You are who you pretend to be!

You are who you pretend to be.

 You are who you pretend to be.

Kalimat ini jelas mengusik kuping telinga pendengarnya. Jelas bagi kami, ini sedikit mengusik kuping kami dan tersadarkan, “Ya. Saya pernah melakukan itu.” Dari topik yang kamu dapat dan diaplikasikan dengan Teori Johari Window. Maka dari itu, kami akan sedikit memaparkan teori terssebut, berikut ini ;  

Jendela Johari, adalah sebuah cara melihat dinamika self-awareness. Salah satau cara untuk memahami kita atau diri sendiri dari proses. komunikasiModel ini terdiri dari persegi yang terbagi empat yaitu :

1. OPEN

2.BLIND

3.HIDDEN

4.UNKNOWN.

1. (Open) menunjuk perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri dan orang lain. 

2. (Blind) menunjuk perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh orang lain, tetapi tidak diketahui oleh diri kita sendiri

3. (Hidden) menunjuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri, tetapi tidak diketahui oleh orang lain. 

 4. (Unknown) menunjuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang tidak diketahui, baik oleh diri kita sendiri ataupun oleh orang lain. 

Pada era globalisasi seperti ini, dimana arus informasi dapat terjadi dengan cepat dan kecang serta mudahnya, memberikan kemudahan bagi mereka untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan bagi mereka. Kemudahan mencari teman pena dari berbagai penjurupun dapat dilakukan dengan semudah membalikan tangan.

Begitu banyak dampak dari hal semacam ini, seperti positiv ini adalah memberikan kemudahan bagi mereka untuk berhubungan walaupun berbeda benua dan Negara. Namun, kekurangan atau dampak buruk dari interaksi ini setiap orang dengan mudahnya bermain dengan identitas mereka.

Permainan ini berawalan dari anggapan, ‘lucu-lucu’an hingga sampai adiksi bagi mereka yang sudah teralalu sering dan bukan lagi mengaanggap ini permaianan. Media yang dapat memfasilitasi permainan ini tak lain dan tak bukan adalah situs social dan berbaga situs chatting.

Setelah diaplikasikan dengan theory Johari Window maka dapat dilihat bahwa setiap orang akan menciptkan setiap image mereka, image bagaimana mereka mau dilihat orang lain. Tidak pernah ada kata puas bagi manusia, jadi tidak heran bagi sebagian orang untuk melakukan hal ini. (pernahkah Anda?) tidak dapat dihindari bahwa hal ini dapat terjadi akibat kebebasannya kita berekspresi melalu jentikan jari di Internet. Pada akhirnya, sebuah perlakuan yang negatif atau yang postiv, adalah dari sudut mana anda memandangnya.

 

Sumber :

http://jcmc.indiana.edu/vol1/issue2/bechar.html

http://jcmc.indiana.edu/vol10/issue2/huffaker.html

http://spss.wordpress.com/2007/04/23/johari-window/

http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_kognitif

 

Kelompok 7 :

Ozal T. Udaya 04120060113

Ayumi Astriani 04120060145

Jill Carissa 04120060125

 

Leave a Reply

jika anda melihat tulisan ini, aktifkan css anda